Materi ke 05 Kitab Jauharul Maknun, Bab I : Isnad Khabari, Pengertian Isnad, Pengertian Khabari Unsur-unsur dalam Isnad Khabari
Blog Santri Blogger - Materi ke 05 Kitab Jauharul Maknun adalah membahas tentang Keadaan Isnad Khabari, sebagai pokok bahasan I dalam Ilmu Ma'ani.
Bab I : Isnad Khabari
الْحُكْمُ بِالسَّلْبِ أَوِ الْإِيْجَادِ إِسْنَادُهُمْ وَ قَصْدُ ذِي الْخِطَابِ
إِفَادَةُ السَّامِعِ نَفْسَ الْحُكْمِ أَوْ كَوْنَ مُخْبِرٍ بِهِ ذَا عِلْمٍ.
“Isnad khabari menurut ulama ahli balaghah, ialah menghukumi dengan salab (nafi) atau ijad (itsbāt).
Adapun tujuan orang berbicara ialah memberi kepahaman kepada pendengar akan satu hukum atau memberitahu bahwa pembicarapun mengetahui.”
Pengertian Isnad
ضَمُّ كَلِمَةٍ أَوْ مَا يَجْرِيْ مَجْرَاهَا إِلَى أُخْرَى بِحَيْثُ يُفِيْدُ الْحُكْمِ بِأَنَّ مَفْهُوْمَ إِحْدَاهُمَا ثَابِتٌ لِمَفْهُوْمِ الْأُخْرَى أَوْ مَنْفِيٌّ عَنْهَا.
“Menghimpun satu kalimat atau lafaz yang sejalan dengan kalimat tersebut , dengan kalimat lain sehingga memunculkan faedah hukum, baik itsbat (positif/ada) ataupun nafi (negatif/tidak ada)."
Seperti contoh (زَيْدٌ كَاذِبٌ/كَذَبَ زَيْدٌ), penyandaran كَاذِبٌ/كَذَبَ kepada lafadz زَيْدٌ memunculkan hukum "Zaid adalah seorang pembohong". Dalam contoh ini dan yang semisalnya akan memunculkan hukum itsbat (positif), karena tidak ada satu lafadz yang menegasikan hukum tersebut.
Sedangkan contoh : (زَيْدٌ لَمْ يَكْذِبْ/لَمْ يَكْذِبْ زَيْدٌ). yaitu penyandaran lafadz لَمْ يَكْذِبْ kepada lafadz زَيْدٌ memunculkan hukum "Zaid bukanlah seorang pembohong". Dari contoh ini dan semisalnya kita akan tahu bahwa kalam tersebut memunculkan hukum negatif karena ada lafadz yang menegasikan hukum yaitu لَمْ.
Pengertian Khabari
Lafadz Khabari merupakan nisbat dari lafadz khabar, yang punya pengertian:
مَا احْتَمَلَ الصِّدْقَ وَ الْكَذِبَ
"Perkataan yang mungkin benar dan mungkin salah."Jadi, pengertian Isnad Khabari adalah penyandaran satu kalimah kepada kalimah lain sehingga memunculkan pemahaman hukum, baik positif atau negatif (ya/tidak) yang masih mungkin benar atau salah.
Unsur-unsur dalam Isnad Khabari
Setelah kita mengetahui pengertian dari Isnad Khabari, kita juga harus mengetahui unsur-unsur yang ada dalam Isnad.Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena berkaitan erat dengan materi-materi selanjutnya. Ketika unsur-unsur ini tidak dipahami betul, maka kita akan kesulitan dalam memahami materi selanjutnya, demikian juga sebaliknya.
Adapun unsur-unsur dari Isnad adalah sebagai berikut:
- Musnad yaitu hukum yang disandarkan atau disematkan. Dalam susunan Isnadi yang menjadi musnad adalah fiil atau yang menyerupai fiil dan tarkib khabar. Dalam Bahasa Indonesia disebut dengan Predikat.
- Musnad ilaih yaitu seseorang atau sesuatu yang menjadi pelaku. Dalam susunan Isnadi yang menjadi musnad ilaih adalah fa'il, naibul fa'il dan mubtada'.Dalam Bahasa Indonesia disebut dengan Subyek.
Mari kita lihat contoh diatas زَيْدٌ كَاذِبٌ. Pada contoh ini yang menjadi Musnad adalah lafadz كَاذِبٌ dan yang menjadi Musnad ilaih adalah زَيْدٌ . Penyandaran كَاذِبٌ kepada زَيْدٌ disebut Isnad. Dan زَيْدٌ كَاذِبٌ. disebut dengan Kalam Khabar atau Kalimat Informatif.
Demikian Materi kita yang ke-05 dari kitab Jauharul Maknun tentang Isnad Khabari. Selanjutnya kita akan membahas materi ke-06 tentang Tujuan dan Cara Penyampaian Sebuah Informasi. Sampai ketemu lagi....
Tetep Ngaji ojo lali Ngopi ben Happy. 😂😂😂
GK lengkap
ReplyDelete