Demikian pembahasan materi ke 09. Isnad Aqli Majazi (Majazi Aqli ) Kitab Jauharul Maknun. Semoga bermanfaat
Blog Santri Blogger - Materi Isnad Aqli (Majazi Aqli) dari kitab Jauharul Maknun ini sebenarnya masih dalam satu rangkaian dengan materi ke 08 tentang Isnad Aqli. Namun karena dirasa perlu ada pembahasan tersendiri, maka dipisahkan dalam satu postingan ini.
Bismillahirrahmanirrahim, mari kita langsung ke pembahasan Isnad Aqli Majazi (Majaz Aqli)
وَالثَّانِي أَنْ يُسْنَدَ لِلْمُلَابَسِ * لَيْسَ لَهُ يُبْنَى كَثَوْبٍ لابِسٍ
أَقْسَامُهُ بِحَسَبِ النَّوْعَيْنِ فِيْ * جَُزْأَيْهِ أَرْبَعٌ بِلاتَكَلُّفِ
Bagian kedua dari Isnad Aqli adalah Isnad Aqli Majzi (Majazi Aqli) yaitu menyandarkan fi'il dan lafadz yang menyerupai fi'il kepada ma'mul yang masih berhubungan tapi bukan ma'mul asli untuk fi'il dan yang menyerupainya. Contohnya ثَوْبٍ لابِسٍ
Pembagian Isnad aqli majazi berdasarkan dua juz (unsur) itu ada 4 (empat) dengan tanpa kesulitan sama sekali.
Pengertian Majaz Aqli (Isnad Aqli Majazi)
Majaz Aqli atau disebut juga dengan Isnad Aqli Majazi adalah Penyandaran fiil atau lafadz yang menyerupainya, kepada lafadz yang bukan ma'mul aslinya, namun masih ada hubungan dengannya.Pengertian yang lain adalah "Isnad Aqli Haqiqi adalah menyandarkan fi'il dan yang menyerupainya kepada selain musnad ilaih yang asli karena ada masih ada hubungan, disertai adanya Qarinah (petunjuk) yang mengarahkan kepada makna aslinya (haqiqi)."
Coba perhatikan contoh berikut ini: صَامَ زَيْدٌ فِي النَّهَارِ (Zaid berpuasa di siang hari)
Pada contoh ini fiilnya adalah صَامَ sedangkan musnad ilaihnya adalah زَيْدٌ . Penyandaran ini adalah penyandaran secara haqiqi, karena fi'il disandarkan kepada musnad ilaih aslinya yaitu زَيْدٌ .
Bandingkan dengan contoh yang ini : صَامَ نَهَارُ زَيْدٍ
Pada contoh ini fiilnya adalah صَامَ sedangkan musnad ilaihnya adalah نَهَارُ زَيْدٍ. Penyandaran ini adalah penyandaran secara majazi, karena fi'il disandarkan kepada musnad ilaih yang bukan aslinya yaitu نَهَارُ زَيْدٍ. Secara akal pasti tidak mungkin yang berpuasa adalah waktu siang. Betulkan?? karena pelaku puasa adalah manusia tidak mungkin waktu.
Nah... karena secara akal hal ini tidak mungkin, maka penyandaran ini di sebut dengan MAJAZ AQLI.
Jadi, bila fi'il Mabni Ma'lum disandarkan kepada selain fail atau Fi'il Mabni Majhul disandarkan pada selain Naibul Fa'il, maka itu bukan Isnad Aqli Haqiqi, tapi disebut dengan Isnad Aqli Majazi
Macam-macam Isnad Aqli Majazi
Menyandarkan Fi'il kepada Sababnya
Contohnya بَنَى الأَمِيْرُ المَدِيْنَةَ (Pemimpin itu membangun kota).Benarkah pemimpin itu sendiri yang membangun kota? jawabnya tentu TIDAK, karena sebenarnya yang membangun kota adalah para pekerja. Lalu kenapa penyandarannya kepada Pemimpin? jawabnya : Karena Pemimpin adalah Sebab dari pembangunan itu terjadi.
Menyandarkan Fi'il kepada Zaman/Waktunya
Contohnya صَامَ نَهَارُ زَيْدٍ (Waktu siang Zaid Berpuasa)Benarkah Waktu siang yang melakukan puasa? jawabnya tentu TIDAK, karena sebenarnya yang berpuasa adalah Zaid. Lalu kenapa penyandarannya kepada Waktu siang? jawabnya : Karena puasa itu dilakukan pada waktu siang. Jadi penyandaran fi'il ini adalah penyandaran fi'il kepada Zaman / Waktunya.
Menyandarkan Fi'il kepada Tempatnya
Contohnya : جَرَى النَّهْرُ (Sungainya mengalir)Benarkah Sungai yang mengalir? jawabnya tentu TIDAK, karena sebenarnya yang mengalir adalah air yang ada di sungai. Lalu kenapa penyandaran kata mengalir kepada Sungai? jawabnya : Karena Mengalirnya air itu ada di Sungai. Jadi penyandaran fi'il ini adalah penyandaran fi'il kepada Tempatnya.
Menyandarkan Fi'il kepada Masdarnya
Contohnya : جَدَّ جِدًّ تِلْمِيْذٍ (Kesungguhan Murid Bersungguh-sungguh)Benarkah Kesungguhan Murid yang bersungguh-sungguh? jawabnya tentu TIDAK, karena sebenarnya yang Bersungguh-sungguh adalah si Murid. Karena kata Kesungguhan adalah Masdar dari Bersungguh-sungguh. Jadi penyandaran fi'il ini adalah penyandaran fi'il kepada Masdarnya.
Menyandarkan Fi'il Mabni Ma'lum kepada Maf'ulnya
Contohnya : تَعْمُرُ المَدْرَسَةُ (Madrasah meramaikan)Benarkah Madrasah yang Meramaikan (تَعْمُرُ ) ? jawabnya tentu TIDAK, karena sebenarnya yang Meramaikan adalah para siswa madrasah itu, sedangkan Madrasah itu Diramaikan (تُعْمَرُ ) oleh para siswa. Lalu kenapa menggunakan kata تَعْمُرُ ? jawabnya : Karena penyandaran ini adalah Majaz Aqli yaitu penyandaran fi'il kepada Maf'ulnya.
Menyandarkan Fi'il Mabni Majhul kepada Fa'ilnya
Contohnya : أُفْعٍمَ السَّيْلُ (Banjir dipenuhi)menyandarkan أُفْعٍمَ kepada السَّيْلُ ini adalah Majaz Aqli, karena sebenarnya yang dipenuhi adalah waduknya. Lalu yang memenuhi adalah السَّيْلُ. Susunan seperti ini adalah penyandaran fi'il mabni majhul kepada Fa'ilnya.
Majaz Aqli dilihat dari Musnad dan Musnad ilaihnya
Pembagian Majaz Aqli bila dilihat dari Musnad dan Musnad ilaihnya ada 4 macam:1. Musnad Haqiqi Musnad ilaih Haqiqi
contohnya : أَنْبَتَ الرَّبِيْعُ الْبَقْلَ (Musim semi menumbuhkan tanaman)Musnad : أَنْبَتَ menggunakan makna Aslinya yaitu menumbuhkan.
Musnad ilaihnya : الرَّبِيْعُ menggunakan makna Aslinya yaitu musim semi.
Menyandarkan أَنْبَتَ kepada الرَّبِيْعُ adalah Majaz Aqli.
2. Musnad Majazi Musnad ilaih Majazi
contohnya : أَحْيَا الأَرْضَ شَبَابُ الزَّمَانِ (Musim semi memperindah Bumi)Musnad : أَحْيَا menggunakan makna majaz yaitu memperindah, tidak makna aslinya.
Musnad ilaihnya : شَبَابُ الزَّمَانِ menggunakan makna majaz yaitu Musim semi, tidak makna aslinya.
Menyandarkan أَحْيَا kepada شَبَابُ الزَّمَانِ adalah Majaz Aqli.
3. Musnad Haqiqi Musnad ilaih Majazi
contohnya : أَنْبَتَ الأَرْضَ شَبَابُ الزَّمَانِ (Musim semi menumbuhkan Bumi)Musnad : أَنْبَتَ menggunakan makna aslinya yaitu menumbuhkan.
Musnad ilaihnya : شَبَابُ الزَّمَانِ menggunakan makna majaz tidak makna aslinya yaitu Musim semi.
Menyandarkan أَنْبَتَ kepada شَبَابُ الزَّمَانِ adalah Majaz Aqli.
4. Musnad Majazi Musnad ilaih Haqiqi
contohnya : أَحْيَا الأَرْضَ الرَّبِيْعُ (Musim semi memperindah Bumi)Musnad : أَحْيَا menggunakan makna majaz yaitu memperindah.
Musnad ilaihnya : الرَّبِيْعُ menggunakan makna aslinya yaitu Musim semi.
Menyandarkan أَحْيَا kepada الرَّبِيْعُ adalah Majaz Aqli.
Demikian pembahasan materi ke 09. Isnad Aqli Majazi (Majazi Aqli ) Kitab Jauharul Maknun. Semoga bermanfaat
COMMENTS