sekarang kita lanjutkan Terjemah Alfiyyah Ibnu Malik pada Bab Mu'rab dan Mabni. Disini kita akan membahas tentang kalimah-kalimah yang Mu'rab dan Mabni,dan faktor yang menyebabkan suatu kalimah menjadi mabni.
Setelah pada postingan sebelumnya kita membahas tentang Kalam dan komponennya, sekarang kita lanjutkan Terjemah Alfiyyah Ibnu Malik pada Bab Mu'rab dan Mabni.
Disini kita akan membahas tentang kalimah-kalimah yang Mu'rab dan Mabni,dan faktor yang menyebabkan suatu kalimah menjadi mabni.
الْمُعْرَبُ وَالْمَبْنِي
BAB MU’RAB DAN MABNI
KALIMAH-KALIMAH YANG MU’RAB DAN YANG MABNI
وَالاسْمُ مِنْهُ مُعْرَبٌ وَمَبْنِي ¤ لِشَبَـــهٍ مِنَ الْحُــرُوْفِ مُدْنِي
Kalimah Isim itu ada yang Mu’rab, dan ada yang Mabni karena ada keserupaan yang mendekatkan pada kalimah Huruf.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MABNI
كَالْشَّبَهِ الْوَضْعِيِّ فِي اسْمَيْ جِئْتَنَا ¤ وَالْمَعْـنَـوِيِّ فِي مَتَى وَفِي هُـنَا
(Keserupaan yang mendekatkan pada kalimah Huruf) Seperti [1] Syibeh wadh’iy (serupa bentuknya) pada dua Isim lafadz جِئْتَنَا (dlomir Ta dan Na). Dan [2] Syibeh Ma’nawiy (serupa maknanya) pada lafadz مَتَى, dan هُـــــــنَا.
وَكَنِيَابَةٍ عَنِ الْفِعْلِ بِلاَ ¤ تَأَثُّــــرٍ وَكَافْــتِقَارٍ أُصِّلا
Juga seperti [3] Syibeh Niyabah (menggantikan fungsi) dari kalimah Fi’il dengan tanpa (menerima) bekas I’rob (contohnya Isim Fi’il). Dan [4] Syibeh Iftiqor (pasti butuh pada lafadz lain) (seperti, isim maushul pasti membutuhkan shilah).KALIMAH ISIM YANG MU'RAB
وَمُعْرَبُ الأَسْمَاءِ مَا قَدْ سَلِمَا ¤ مِنْ شَبَهِ الْحَرْفِ كَأَرْضٍ وَسُمَا
Adapun Kalimah-kalimah Isim yang mu’rab adalah Kalimah isim yang selamat dari menyerupai Kalimah Huruf, seperti contoh أَرْضٍdan سُمَا.KALIMAH FI'IL YANG MU'RAB DAN MABNI
وَفِـــعْلُ أَمْرٍ وَمُضِيٍّ بُنِـيَا ¤ وَأَعْرَبُوا مُضَارِعَاً إنْ عَرِيَا
Fi’il Amar dan Fi’il Madhi, keduanya dihukumi Mabni. Dan para ahli Nahwu menghukumi Mu’rab terhadap Fi’il Mudhori’ jika sepi…..
مِنْ نُوْنِ تَوْكِيْدٍ مُبَاشِرٍ وَمِنْ ¤ نُوْنِ إنَــاثٍ كَيَرُعْنَ مَنْ فُـــتِنْ
Dari Nun Taukid mubasyaroh (bertemu langsung) dan Nun (jama') Ta’nits, seperti lafadz: يَرُعْنَ مَنْ فُـــتِنْ.MACAM-MACAM MABNI
وَكُلُّ حَـرْفٍ مُسْتَــحِقٌّ لِلْبِنَا ¤ وَالأَصْلُ فِي الْمَبْنِيِّ أَنْ يُسَكَّنَا
Semua Kalimah Huruf berhak (dihukumi) Mabni. Dan hukum asal kemabnian adalah Sukun.
وَمِنْهُ ذُو فَتْحٍ وَذُو كَسْرٍ وَضَمُّ ¤ كَأَيْنَ أَمْسِ حَيْثُ وَالْسَّــــاكِنُ كَمْ
Namun diantara hukum Mabni ada Mabni Fath, Mabni Kasr dan Mabni Dhomm. Seperti lafadz: أَيْنَ, أَمْسِ , حَيْثُ , dan contoh Mabni Sukun adalah Lafadz كَمْ.
KESIMPULAN
- Kalimah Mu'rab adalah kalimah yang menerima perubahan I'rob (I'rob akan dibahas pada postingan selanjutnya). Sedangkan Mabni adalah kalimah yang tidak menerima perubahan alias ajeg.
- Kalimah Isim dihukumi Mu'rab apabila tidak ada faktor yang menjadikannya mirip/serupa dengan kalimah Huruf.
- Faktor yang menyebabkan Mabni adalah karena sangat menyerupai kalimah Huruf. Faktor tersebut ada 4 (empat), yaitu: [1] Wadl'iy (bentuknya), [2] Ma'nawiy (maknanya) [3] Niyabah (menggantikan fungsi kalimah fi'il) dan [4] Iftiqor (sangat butuh pada lafal sesudahnya).
- Kalimah Fi'il yang Mabni adalah Fiil Madli dan Fi'il Amar.
- Kalimah Fi'il yang Mu'rab adalah Fi'il Mudlori' yang tidak bertemu dengan Nun Taukid mubasyir (bertemu langsung) dan Nun (jama') Ta’nits.
- Kalimah Huruf pasti Mabni.
- Macam-macam Mabni: [1] Mabni Sukun (Hukum asal Mabni) [2] Mabni Fath [3] Mabni Kasr [4] Mabni Dlomm.
Demikianlah Terjemah Alfiyyah Ibnu Malik pada Bab Mu'rab dan Mabni. Nantikan postingan selanjutnya. Terima Kasih

COMMENTS